Korut Bersiap Luncurkan Rudal Lagi


Seoul, Selasa – Korea Utara bersiap kembali meluncurkan sejumlah rudal jarak pendek. Laporan media Korea Selatan, Selasa (13/10), menyebutkan, peluncuran rudal itu kemungkinan dilakukan dari pesisir barat Korea Utara.

Kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, melaporkan, Korea Utara (Korut) telah menembakkan lima rudal jarak pendek pada hari Senin dari pesisir timur negara itu. Peluncuran rudal itu bersamaan dengan datangnya kapal induk AS, USS George Washington, di lepas pantai Korsel.

Yonhap menyebutkan, rudal permukaan ke permukaan KN-02 ditembakkan dari luncuran bergerak dan bisa menjangkau hingga 120 kilometer. Dua rudal diluncurkan pada pagi hari dan tiga rudal diluncurkan pada sore hari.

”Ada indikasi bahwa Korut tengah bersiap meluncurkan rudal jarak pendek dari pesisir barat,” kata sumber itu.

Korut telah mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal untuk menjauh dari perairannya di siang hari pada 12-16 Oktober. Satuan Penjaga Pantai Jepang juga menerima peringatan akan adanya ”latihan peluncuran” pada siang dan malam hari hingga 25 Oktober di Laut Kuning.

Sementara itu, jaringan televisi Korsel, YTN, melaporkan, Korut telah mengumumkan zona tanpa pelayaran di perairan lepas pantai timur dan barat pada 10-20 Oktober.

Kementerian Luar Negeri Korsel, Selasa, menyatakan, peluncuran rudal oleh Korut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang uji coba rudal balistik dan mendesak agar Korut tidak mengulanginya.

Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mengatakan, jika laporan mengenai peluncuran rudal Korut itu benar, hal itu sangat disayangkan.

Namun, China menilai peluncuran itu tidak akan berdampak besar terhadap upaya memulai kembali pembicaraan enam pihak mengenai nuklir Korut yang saat ini terhenti.

”Saya yakin (peluncuran) ini tidak akan memengaruhi tren menuju redanya ketegangan di Semenanjung Korea,” kata Ma Zhaoxu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Naikkan posisi tawar

Tidak lama setelah meluncurkan rudal, Korut menyatakan tetap bersedia mengadakan pembicaraan dengan Korsel tentang isu antarnegara dan mengindikasikan Korut tidak menutup pintu dialog. Kepada Perdana Menteri China Wen Jiabao saat berkunjung ke Korut pada pekan lalu, pemimpin Korut Kim Jong Il mengatakan bahwa pemerintahannya mungkin akan kembali ke pembicaraan enam pihak.

Analis menilai, peluncuran rudal itu dijadikan pengingat atas kemampuan Korut mengguncang keamanan regional dan alat untuk meningkatkan posisi tawar.

Koh Yu-hwan, pakar Korut pada Dongguk University, Seoul, mengatakan, peluncuran rudal tampaknya dimaksudkan untuk memamerkan kemampuan rudal yang bisa menaikkan posisi tawar Korut menjelang pembicaraan dengan AS dan anggota pembicaraan enam pihak lainnya.

”Pembicaraan bilateral, dan kemungkinan multilateral, dengan Korut segera tiba. Dan, Korut tengah memainkan semua kartunya sebelum pembicaraan itu terjadi,” kata Koh.

Yang Moo-jin, dosen University of North Korean Studies di Seoul, mengatakan hal serupa. ”(Peluncuran rudal) itu dimaksudkan untuk menaikkan posisi tawar dalam negosiasi mendatang dengan AS, bukan Korea Selatan,” ujarnya.

Washington telah menyatakan bersedia mengadakan pembicaraan bilateral dengan Korut demi membawa Korut kembali ke pembicaraan enam pihak. Selain Korut dan AS, pembicaraan itu juga melibatkan Korsel, Jepang, Rusia, dan China.(ap/afp/reuters/fro)

Kompas, Rabu, 14 Oktober 2009

Tinggalkan komentar

Filed under geoekonomi-politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s