Muslim Tiongkok dalam Diplomasi Zhou En Lai


Iwan Santosa

Terlupakan dari sejarah, pada tahun 1950-an Muslim Tiongkok pernah berperan penting dalam diplomasi Asia-Afrika, di Bandung dan dunia ketiga. Serombongan mahasiswa-mahasiswi Tiongkok sangat aktif terlibat dalam Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka, Bandung, tahun 1955.

Wartawan senior Mahbub Djunaidi mencatat, seorang mahasiswi Muslim Tiongkok, seorang Uighur, bernama Amankuli Wo Cheng Mu meninggalkan kesan mendalam karena cantik dan luwes bergaul.

”Dia cantik luar biasa. Rambut panjang berkepang melebihi pinggul, memakai gaun warna kulit harimau Benggali. Sehingga Bandung, yang gudangnya mojang rupawan, ternganga-nganga melihatnya. Saya masih menyimpan tanda tangan dan namanya yang ditulis dengan huruf Arab dan China,” ujar Mahbub yang aktif di Nahdlatul Ulama (NU).

Lebih lanjut Mahbub mengenang, para pemimpin Pemuda Ansor yang mengadakan jamuan makan malam untuk segenap delegasi Asia-Afrika di lobi Hotel Savoy Homann akan sulit menelan makanan jika bertatap mata dengan Amankuli Wo Cheng Mu.

Keberadaan Amankuli dan kawan-kawan diawali dengan kemenangan Partai Komunis China (Gong Chan Dang) atas kelompok Guo Min Dang yang lari ke Taiwan tahun 1949. Sejumlah tokoh Muslim Tiongkok pada tanggal 27 Juli 1952 pun berinisiatif membentuk Asosiasi Muslim Tiongkok.

Para tokoh di antaranya Bao’erhan (Burhan) Shaxidi, Liu Geping, Saifuding Aizezi (Saifudin Aziz), Da Pusheng, dan Ma Jian. Dalam buku Islam in China karya Mi Shoujiang dan You Jia dicatat, Muslim Tiongkok pun mengadakan konferensi pertama tanggal 11 Mei 1953 di Beijing yang dihadiri 111 wakil.

Seiring kebijakan persaudaraan Asia-Afrika menentang kolonialisme, Pemerintah Tiongkok pun mengirim misi diplomatik pertama tahun 1952. Jalan panjang ditempuh mereka dari Beijing, Hongkong, New Delhi.

Pada Konferensi Asia-Afrika, Imam Da Pusheng, Wakil Ketua Asosiasi Muslim Tiongkok, menjadi Wakil Ketua Delegasi Tiongkok sebagai salah seorang penasihat keagamaan Perdana Menteri Zhou En Lai. Mereka menjelaskan kebebasan beragama di Tiongkok pasca-1949.

Zhou En Lai bertemu dengan Raja Faisal dari Arab Saudi dan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Kesepakatan dicapai untuk mengirim jemaah haji Tiongkok pertama ke Tanah Suci. Walhasil, Imam Da Pusheng bersama 19 Muslim Tiongkok pun berhaji pada Agustus 1955.

Jemaah haji pertama itu mendapat perhatian luas negara-negara Islam. Delegasi kedua pun menyusul tahun 1956, sebanyak 37 anggota jemaah dipimpin Bao’erhan kembali tiba di Mekkah dan Madinah disambut langsung Raja Faisal. Seluruh jemaah diberi kesempatan mencium Hajar Aswad di Kabah.

Bahkan Bao’erhan diundang menghadiri pembersihan Kabah dan mendapat kenangan langka sepotong Kizwah (kain pembungkus Kabah).

Islam pun bertumbuh di Tiongkok. Pada tahun 1980-an tercatat ada 2.800 masjid di Tiongkok yang bertambah menjadi 35.000 masjid saat ini. Rasio masjid dengan umat adalah 1:600.

Situasi normal dan Muslim Tiongkok terus berkembang hingga insiden kerusuhan di Xinjiang terjadi. Pihak yang tidak tahu situasi Tiongkok dan informasi yang sebagian besar berasal dari Barat tidak banyak mengungkap fakta adanya kesenjangan pembangunan Tiongkok.

Pembangunan pesat di Tiongkok yang berkembang di pesisir timur meninggalkan kawasan tengah dan barat, seperti Provinsi Xinjiang tempat penduduk Muslim hidup dari suku Uighur. Juru Bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta Wang Yan membenarkan adanya kesenjangan ekonomi di Tiongkok.

”Pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi untuk kawasan tengah dan barat memang menjadi tantangan bagi pemerintah. Tidak benar kalau ada persoalan antaretnis karena masalah agama yang dijamin kebebasannya di Tiongkok,” kata Wang Yang.

Mengingat keberhasilan diplomasi Zhou En Lai bersama tokoh Muslim Tiongkok di tahun 1950-an, kecil kemungkinan jika Tiongkok mengabaikan hubungan baik dengan negara-negara Islam dan kemajuan masyarakat Muslim di negara berpenduduk 1,3 miliar itu.

Tinggalkan komentar

Filed under peradaban islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s