Defisit APBN 2010 Ditalangi SILPA APBN 2009


Jakarta, Pemerintah akan memanfaatkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) APBN 2009 untuk menutup kebutuhan pendanaan defisit APBN 2010.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, mengatakan pemanfaatan SILPA 2009 untuk membiayai defisit tahun depan dilakukan menyusul adanya potensi belanja tak terpakai minimal lima persen.
Perhitungan APBN kita kan enggak mengenal luncuran. Jadi SILPA tahun ini bisa langsung, otomatis, untuk menutup defisit 2010, kata Paskah, di Jakarta, Jumat (16/10).
Sebelumnya, pemerintah dan DPR menyepakati defisit anggaran tahun depan dipatok sebesar Rp98 triliun atau 1,6 persen produk domestik bruto (PDB).
Paskah menambahkan adanya pemanfaatan SILPA, berarti menambah opsi pendanaan defisit tahun depan. Sedangkan untuk membiayai defisit APBN 2010 pemerintah membuka opsi pendanaan melalui empat sumber.
Pertama, mengupayakan pinjaman dengan persyaratan lunak untuk jangka panjang. Kedua, mengutamakan penerbitan surat berharga negara (SBN) rupiah di pasar dalam negeri, guna pengembangan pasar modal dan membantu pengelolaan likuiditas pasar.
Ketiga, membuka akses sumber pembiayaan di pasar internasional, seperti obligasi global dan sukuk global untuk meningkatkan posisi tawar.
Keempat, penarikan pinjaman siaga yang sudah menjadi komitmen lembaga keuangan internasional dan yang belum dapat direalisasikan pada 2009.
Terkait belanja tahun ini, Paskah menuturkan pihaknya memperkirakan potensi SILPA bisa saja tercapai lima persen atau sekitar Rp50 triliun dari total belanja APBN yang dipatok sebesar Rp1.005,67 triliun.
Menurutnya, angka tersebut didapat dari potensi realisasi belanja APBN hingga batas maksimum 95 persen setelah dihitung efisiensi tender pengadaan barang dan jasa yang dilakukan masing-masing instansi pemerintah.
Kami sendiri belum bisa memberi hitungan pasti berapa potensi dana tak terpakai, sebab itu tergantung serapan yang masih akan berlangsung dalam dua setengah bulan ini. Kalau sampai akhir tahun serapan sampai 95 persen, berarti sisa 5 persen, ujarnya.
Dijelaskannya, belanja negara yang diperkirakan masih tersisa sebesar Rp408,89 triliun atau sekitar 40 persen dari total belanja Rp1.005,67 triliun masih bisa dikejar sepanjang Oktober-Desember.
Kemudian, dengan masih adanya SILPA pada tahun ini tidak serta merta bisa dijadikan sebagai tolok ukur buruknya kinerja penyerapan anggaran pemerintah.
Menurutnya, potensi SILPA sebagian besar masih disumbangkan oleh adanya efisiensi belanja barang dan modal melalui tender terbuka yang dilakukan masing-masing pengguna anggaran. Jadi, mungkin saja terjadi efisiensi. Kan seperti itu, katanya. (cr-10)

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s